SELAMAT DATANG DI SIAPABISNIS.COM ---Sumber InformAsi dan PeluAng BISNIS---......................... Silahkan jika ingin mengutip artikel di siapabisnis.com, wajib mencantumkan sumber dan link siapabisnis.com! Terimakasih.

Selasa, 26 Februari 2019

Pengertian Profit dan Omset Serta Perbedaannya dalam Bisnis

Pengertian Profit dan Omset Serta Perbedaannya dalam Bisnis. Dalam dunia usaha, banyak sekali istilah istilah ekonomi yang sering terdengar di telinga anda. anda memahami istilah dan maksud istilah tersebut namun anda tidak bisa menjabarkan dan mengucapkan secara lisan. Jika anda sebagai pengusaha, tentu harus bisa menjelaskan jika ada pertanyaan pertanyaan tentang istilah tersebut. salah satu contoh istilah kaitannya dalam dunia bisnis adalah “Profit dan Omset”. Istilah ini sangatlah umum namun jika dijelaskan secara lisan sering kali susah.



Definisi Profit
1. Pengertian profit berdasarkan https://kbbi.kemdikbud.go.id adalah 1. Untung; keuntungan. 2. Manfaat.
2. Pengertian profit yaitu nilai jual sebuah produk yang sudah dikurangi dengan biaya modal
3. Pengertian profit yaitu pendapatan bersih perusahaan.
Pengertian Profit dan Omset Serta Perbedaannya dalam Bisnis

Definisi Omzet
1. Pengertian omzet / omset berdasarkan https://kbbi.kemdikbud.go.id adalah Jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual.
2. Pengertian omset yaitu nilai total sebuah produk yang dijual.
3. Pengertian omzet yaitu hasil penjualan secara keseluruhan.

Pengertian Profit dan Omset Serta Perbedaannya dalam Bisnis

Rumus omzet = harga x jumlah produk
Misalkan anda memiliki produk (boneka) berjumlah 100 unit dan dijual perbuahnya Rp.100.000 /unit maka omset anda adalah 100 x Rp.100.000 = Rp.10.000.000
Sedangkan cara menghitung profit sebagai berikut:
Total Omset – Total pembelian – Biaya Operasional

Total omsetnya adalah Rp.10.000.000

Rumus menghitung profit
Profit bisa dikatakan sebagai cerminan dari keuntungan yang mampu didapat. Profit disebut juga sebagai laba bersih atau pendapatan bersih.

Contoh
Anda membeli boneka dari toko boneka grosir untuk dijual kembali
Harga pembeliannya adalah 100 boneka x Rp.50.000 = Rp.5.000.000
Jadi modal pembelian anda adalah Rp.5.000.000
Untuk melakukan aktivitas usaha memerlukan biaya biaya, seperti biaya tetap (sewa tempat, gaji karyawan, biaya penyusutan barang) dan biaya tidak tetap (biaya listrik, pulsa, air, dll).
Contoh total biaya operasional adalah Rp.1.500.000
Profit = total omset – total pembelian – biaya operasional
            = 10 juta – 5 juta -1,5 juta
            = 3,5 juta

Keterangan tambahan *
Yanng harus anda perhatikan adalah untuk mendapatkan omset yang besar dalam bisnis anda, maka produk yang anda jual berupa produk yang memiliki perputaran persediaan yang cepat. Contoh produknya seperti apa? yaitu produk yang memiliki tanggal kedaluarsa yang cepat.
Sedangkan untuk profit, jika ingin mendapatkan profit yang besar produk yang dijualan merupakan produk yang tidak memiliki tanggal kedaluarsa.

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon