Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 2.539, Pengunjung bulan lalu: 60.234

Jumat, 22 Desember 2017

Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Cacing Tanah



Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Cacing Tanah - Cacing adalah salah satu jenis binatang melatah yang sangat menguntungkan, selain bermanfaat untuk mengurai sampah dan menyuburkan tanah ternyata cacing memiliki kandungan gizi yang cukup banyak. Banyak hal yang harus dipelajari dalam usaha budidaya cacing tanah seperti analisa usahanya, harga jual dan harga beli, pemasaran cacing tanah, mengetahui pengepul cacing tanah, cara beternak yang termasuk cara memberi makan cacing tanah.
Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Cacing Tanah

www.pixabay.com
Baca juga artikel menarik lainnya: Cara menyiapkan media pada budidaya cacing tanah; Pakan untuk cacing tanah Harga dan cara pemasaran cacing tanah; Cara budidaya cacing sutra.

Lalu, Apa saja kelebihan dari budidaya cacing tanah?
Banyak khasiat yang didapat dari ternak cacing dimana cacing dapat menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, sehingga cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok. Cacing juga dapat dijadikan sebagai bahan baku obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit. Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.
Cacing tanah juga dapat dijadikan sebagai bahan baku kosmetik. Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik. Selain itu, cacing juga dapat dimanfaatkan sebagai penunjang protein bagi makanan manusia. Cacing merupakan sumber asupan protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam. Ayam dengan mengkonsumsi cacing maka akan meningkatkan kadar protein pada daging ayam itu sendiri. Cacing memiliki gizi tinggi dengan kadar protein mencapai 58-78 % dari bobot kering. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan kadar protein yang terkandung pada daging kerbau sapi dan ambing yang sebesar 65 %, atau telur, ikan dan kacang kedelai yang hanya sebesar 45 %.Selain itu juga mengandung energi 90-1400 kal, abu 8-10 %, lemak tidak jenuh ganda, kalsium fosfor dan serat. Kandungan 13 jenis asam amino esensial adalah keistimewaan lainnya, dan juga kadar lemak yang terbilang rendah, hanya 3-10 % dari bobot keringnya. Hal ini berarti, selain bergizi tinggi, mnegkonsumsi cacing tanah juga bebas dari ancaman risiko kolesterol. Seiring dengan banyaknya manfaat yang bisa di dapat dari beternak dan budidaya cacing tanah, seorang peternak juga perlu memperhitungkan berapa besar resiko atau kesulitan yang akan di hadapi dalam proses budidaya cacing tanah. 
Lalu apa saja kekurangan yang menjadi kesulitan bagi peternak dalam upaya mengembangkan usaha budidaya cacing tanah?
Kendala bisa saja dapat muncul dari dalam atau dari faktor peternak sendiri. Minimnya pengetahuan peternak tentang budidaya cacing tanah, sehingga dalam penanganan budidaya, perawatan atau mengatasi hama, pemberian pakan, hanya dilakukan dengan cara coba-coba, tidak ada dasar pengetahuan yang diketahui bagaimana cara melakukannya yang baik dan benar.
Namun, terlepas dari kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh peternak sendiri, tantangan juga dapat muncul dari luar tanpa kita sadari.    Kendala dari luar dapat disebabkan kutu yang merupakan hama yang cukup berbahaya pada saat budidaya cacing tanah. Hal ini dikarenakan kutu memakan pakan cacing tanah dan terkadang memakan cacing yang luka pada akhirnya cacing mati. Untuk mencegah serangan kutu, di atas permukaan media diberi sulfur atau belerang. Kendala lain adalah faktor cuaca, pada musim kemarau, sebaiknya lebih dijaga kelembaban media, jangan sampai media mengalami kekeringan dengan melakukan penyiraman media, juga penyiraman lingkungan sekitarnya sehingga bisa menurunkan suhu lingkungan. Cacing tidak bisa berkembang dengan baik pada situasi cuaca seperti ini karena suhu yang panas dan kering dapat mengganggu sistem reproduksi cacing.

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon