Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 2.539, Pengunjung bulan lalu: 60.234

Kamis, 09 November 2017

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah - Jamur tiram adalah salah satu jenis jamur yang cukup mudah untuk dibdidayakan. Selain itu penyesuaian jamur tiram terhadap kondisi lingkungan juga tidak sulit. Ada banyak sekali jenis jamur tiram (Pleurotus ostreatus), mulai dari abu-abu, tiram putih, cokelat dan juga emas. Saat ini, kebutuhan akan jamur tiram selalu tinggi karena disukai semua kalangan masyarakat. Bahkan kreasi makanan dari bahan jamur ini juga semakin banyak saja. Usaha budidaya jamur tiram telah banyak diusahakan di rumah. Karena menjalankan usaha ini di rumah sendiri sangat mudah dan sangat menjanjikan untuk pemula. Berikut akan dijelaskan langkah-langkah budidaya jamur tiram di rumah:

a.    Pemilihan Bibit
Dalam budidaya jamur tiram, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit. Pilihlah bibit yang berkualitas agar jamur tiram yang dihasilkan juga berkualitas. Untuk mendapatkan bibit jamur tiram terbaik, dapat dilakukan dengan dua cara:
1.    Membibitkan sendiri bibit murni hingga mendapatkan bibit F1
2.    Membeli dari instasi penyedia bibit jamur Tiram yang terpercaya
b.    Pembuatan Media Untuk Jamur Tiram
Media tanam yang biasa digunakan untuk jamur tiram terdiri dari beberapa bahan yang kemudian dikombinasikan menjadi satu yaitu: serbuk kayu bekar gergaji sebanyak 80%, bekatul sebanyak 10-15%, kapur CaCo3 sebanyak 3% dan air kurang lebih 40-60%.
Cara membuat baglog:
Untuk membuat 100 kg media tanam untuk jamur Anda gunakan 80 kg serbuk kayu atau serbu gergaji yang halus, berikutnya bekatulnya adalah 15 kg dan kg untuk kapurnya. Berikutnya aduk dan campurkan bahan tersebut hingga semua bahan bercampur rata. Setelah itu, masukkan air sekitar 60% dari jumlah bahan media tanam. Cara menanam jamur tiram adalah dengan mengetes media tanam jika sudah bercampur dengan baik. Lakukan pengetesan dengan cara menggenggam media tanam jika sudah tidak ada airnya dan jika dijatuhkan media tanam tidak pecah maka media tanam tersebut sudah siap untuk ditanami jamur. Berikutnya media tanam difermentasi selama 5 hingga 10 haru dalam suhu ruangan 70%.
c.    Fermentasi Media Tanan Budidaya Jamur Tiram
Fermentasi media tanam sangat penting untuk mempercepat pelapukan dan mematikan jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Cara fermentasinya adalah dengan didiamkan selama kira-kira 5-10 hari. Selama proses fermentasi, suhu akan meningkat mencapai 70oC, selama itu juga perlu dilakukan pembalikan bahan setiap hari agar proses pelapukan dapat merata. Bahan siap digunakan ditandai dengan berubahnya warna baglog menjadi cokelat kehitaman.
d.    Sterilisasi Media Tanam
Setelah media tanam di fermentasi, masukkan jamur tiram ke media tanam dalam plastik polipropilen. Setelah media dipadatkan hingga membentuk botol atau yang sering disebut baglog. Pada ujung plastik dipasang ring dan kemudian ditutup kapas. Berikutnya adalah membungkus baglog untuk sterilisasi dengan menggunakan drum. Gunakan api dengan panas sekitar 95 hingga 110 derajat celcius dalam waktu 10 jam. Setelah dikukus agar steril Anda bisa mendinginkan kembali baglog untuk tanaman ini dengan cara didiamkan saja.
e.    Proses Inokulasi, inkubasi dan pertumbuhan jamur tiram.
Baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindah ketempat inokulasi dan didiamkan 24 jam untuk mengembalikan ke suhu normal. Ruangan inokulasi harus dalam keadaan steril  dengan sirkulasi udara yang sangat baik untuk meminimalisir tercemarnya baglog dari spora pathogen juga bakteri.
Setelah itu, masukkan bibit pada baglog caranya adalah mengambil botol bibit. Selanjutnya ujung bolot disemprot alkohol dan dibakar dengan spiritus hingga menyala lalu matikan kembali. Aduk bibit dengan kawat dan masukkan bibit pada leher baglog hingga penuh dan tutup dengan kapas. Berikutnya bibit di inkubasi untuk mendapatkan miselium. Terakhir adalah memindahkan baglog yang tumbuh miselium pada kumbung. Cara menanam jamur tiram terakhir adalah dengan memberikan lubang pada baglog untuk tumbuh jamur.



Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon