Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 621, Pengunjung bulan lalu: 14.714

Jumat, 06 Oktober 2017

Cara Beternak Sapi Lokal bagi Pemula



Cara Beternak Sapi Lokal bagi Pemula - Sapi lokal umumnya dapt ditemukan diberbagai daerah di Indonesia dengan karakteristik tubuhnya yang berwarna coklat kemerahan. Secara umum juga sapi lokal memiliki keunggulan mudah dipelihara, mudah berbiak dimana saja, tahan terhadap berbagai penyakit, serta memiliki ketahanan tubuh terhadap pakan dengan kualitas rendah. Sapi lokal juga memiliki banyak jenis, khususnya di Indonesia, seperti halnya sapi lokal Aceh, Madura, Bali dan banyak lagi jenisnya yang dapat ditemui hampir di setiap daerah di Indonesia. saat Ini, bisnis sapi lokal menjadi usaha yang banyak diminati. 

 sumber gambar: www.pexel.com
Namun sebagai peternak sapi lokal, bagaimana cara beternak sapi lokal dengan baik dan benar?
Langkah awal yang harus anda perhatikan dalam memulai bisnis ternak sapi lokal adalah memperhatikan dan memilah bibit sapi lokal dengan kualitas baik. Apabila tidak memperhatikan kualitas bibit, maka anda sebagai pemula dalam beternak akan kesulitan dalam mengembangbiakan sapi terna anda sehingga dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi bibit sapi lokal dengan kualitas rendah. Maka dari itu diperlukan perhatian besar dalam memilih kualitas sapi lokal bakalan. Biasanya sapi lokal yang populer di Indonesia adalah sapi Bali dan sapi Banten karena memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat dan nafsu makan yang tinggi.
Langah kedua yang perlu anda coba adalah mempersiapkan kandang sebaik mungkin dan seefisien mungkin. Kandang yang efisien adalah kandang yang tidak mengeluarkan begitu banyak modal dan membuat sapi nyaman. Sesuaikan kandang dengan jumlah dan ukuran sapi anda sehingga tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, inilah yang disebut dengan membuat kandang efisien. Pakan untuk penggemukan sapi harus diatur agar penggemukan sapi lokal tersebut sesuai target yang diharapkan. Nah, bagi pebisnis sebaiknya memberikan pakan hijau lebih banyak dari pada olahan konsentrat, karena pakan hijau adalah makanan utama sapi. Waktu yang cocok dalam pemberian pakan yaitu pukul 8 pagi, 12 siang, dan 5 sore, tiga kali dalam sehari merupakan standar pemberiaan pakan untuk ternak.
Daging sapi yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yaitu daging sapi lokal. Sapi lokal meruapakan sapi yang dipelihara dengan tujuan untuk diambil dagingnya. Dengan begitu tingginya permintaan produksi daging di masyarakat sehingga pelaku usaha atau pembudidaya sapi lokal berpikir bagaimana cara untuk menggemukan sapi lokal tersebut. Maa dari itu, langkah ketiga dalam penggemukan sapi lokal, pakan sapi adalah nomor satu karena pakan yang baik akan sangat cepat menggemukan sapi tersebut. Namun, kadang pakan menjadi masalah karena ada sebagian sapi yang cocok dengan beberapa jenis pakan. Maka dari itu, pembudidaya harus pandai mencari pakan yang cocok untuk sapi terutama dalam masa penggemukan sapi lokal tersebut.
Jenis Pakan Sapi lokal terdiri dari pakan Hijau yang sangat baik untuk sapi terutama pada masa penggemukan. Pakan hijau yang dapat diberikan yaitu jenis rumput, siratro, lamtoro, gamal, centro. Daun lamtoro, limbah pertanian yaitu jerami. Pakan hijau bisa dijadikan pakan utama sapi, jadi pakan harus baru agar sapi mendapatkan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya. Selain itu, jenis lainnya adalah Pakan Konsentrat atau pakan penguat yaitu berupa pakan olahan seperti dedak padi yang telah dicampurkan bungkil kelapa, tepung tulang dan garam dapur. Pakan konsentrat ini 70% dedak, 30% bungkil kelapa, 0,5% tepung tulang dan 1% garam dapur, komposisi olahan tersebut harus sesuai jangan terlalu banyak salah satunya agar gizi sesuai untuk kebutuhan sapi tersebut.

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon