Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 621, Pengunjung bulan lalu: 14.714

Senin, 18 September 2017

Cara Budidaya Burung Walet Rumahan Bagi Pemula


Cara Budidaya Burung Walet Rumahan Bagi Pemula - Burung walet adalah burung pemakan serangga yang suka meluncur seperti pesawat luncur. Memiliki sifat setia yang akan selalu pulag kesarang yang sama seberapa jauhpun dia pergi mencari makan, setiap sore hari akan selalu pulang keasalnya. Burung ini banyak hidup di daerah permukiman, menghuni gua atau ruangan besar, mereka bersarang secara berkelompok dengan sarang yang dibuat dari air liur. Sarang walet dipercaya memiliki khasiat yang luar biasa untuk kesehatan dan banyak diperdagangkan orang untuk dibuat sup atau bahan obat-obatan. Inilah yang membuat sarang burung walet mempunyai harga yang sangat mahal. Banyak orang yang kemudian tertarik ntuk membudidayakan sarang burung walet ini. Salah satu cara nya adalah secara rumahan. Lalu bagaimana cara budidaya walet rumahan?


sumber gambar : www.pixabay.com
1.    Persyaratan lokasi
Untuk pemilihan lokasi budidaya walet, akan lebih baik jika memenuhi persyaratan seperti di daerah dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl dan memiliki suhu berkisar antara 24oC-26oC selain itu dengan kelembabab udara sekitar 80%-95%. Usahakan di daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat. Selain itu daerah budidaya walet juga harus jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging. Daerah yang tepat adalah di area persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai dan rawa-rawa.
2.    Persiapan Gedung Walet
Umunya rumah walet seperti bangunan gedung besar yang luas dan besarnya bervariasi mulai dari 10 x 15 m2 hingga 10 x 20 cm2. Semakin tinggi bubungan gedung dan semakin jauh jarak antara bubungan dengan plafon, maka makin baik rumah walet tersebut. Rumah walet harus diberi roving room atau tempat berputar-putar dan juga resting room untuk beristirahat dan untuk bersarang burung walet. Pada rumah walet perlu dibuat lubang dibagian atas untuk keluar masuk burung walet, lubang tersebut dibuat dengan ukuran 20 x 20 cm2 atau 20 x 35 cm2 dengan jumlah lubang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi gedung.
3.    Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Induk walet dipilih dengan mengusahakan agar mau bersarang di dalam gedung baru. Cara memancing burung walet masuk ke rumah walet yang telah dibuat yaitu dengan menggunakan tape recorder yang berisikan suara burng walet. Selain itu bisa juga dengan menumpuk jerami yang sudah ada serangga kecil pakan walet. Pemancingan burung walet dapat dilakukan pada sore hari yantu jam 4 hingga jam 6.
4.    Perawatan Ternak Burung Walet
Burung walet yang baru menetas masih lemah dan pastinya tidak memiliki bulu dan memerlukan pemanasan, sehingga selama 2-3 hari anakan tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas dan setiap harinya temperatur dapat diturunkan 1o – 20 dengan membuka ventilasi mesin. Untuk pemberian pakan, karena anak walet tersebut belum dapat makan sendiri maka suapi dengan pakan berupa kroto. Pemberian kroto tersebut dilakukan sebanyak 3x sehari. Setelah anakan walet berumur sekitar 10 hari, anakan dapat dipindahkan ke kotak khusus yang kemudian diberi pemanas. Setelah berumur sekitar 43 hari, anak walet siap dipindahkan ke rumah walet.
5.    Pakan Walet
Walet mencari pakan sendiri berupa serangga-serangga kecil di sawah, hutan, pantai dll. Tetapi perlu juga menyiapkan pakan berupa serangga di rumah walet, terutama pada musim kemarau. Untuk menghasilkan serangga terdapat beberapa cara yaitu membuat kolam di sekitar pekarangan rumah walet, menanam tanaman tumpang sari, dan juga mengumpulkan buah busuk di pekarangan rumah walet.
6.    Proses Panen
Pemanenan dapat dilakukan sebanyak 4x, 3x atau 2x. Terdapat beberapa pola atau cara pemanenan sarang burung walet, yaitu pertama dengan panen rampasan yang dapat dilakukan setelah sarang walet siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet belum sempat bertelur. Cara kedua adalah dengan panen buang telur yang dilakukan setelah burng membuat sarang dan bertelur sebanyak dua butir. Cara yang ketiga adalah dengan panen penetasan, cara ini dilakukan ketika anak-anak walet menetas dan sudah bisa terbang.

                                                                                                                                                       



Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon