Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 621, Pengunjung bulan lalu: 14.714

Minggu, 20 Agustus 2017

Cara Mengawinkan Ikan Koi

Cara Mengawinkan Ikan Koi - Pastinya budidaya ikan koi sudah banyak ditemui dikalangan masyarakat Indonesia. Selain memiliki bentuk yang lucu, ikan koi juga merupakan Ikan yang paling digemari karena warna dan coraknya yang menarik. Dalam hal ini, saya akan mencoba menjelaskan mengenai cara untuk mengawinkan Ikan koi. Tim siapa bisnis.com akan mengulas bagaimana mempersiapkan kolam pemijahan ikan koi, bagaimana pemilihan induk yang tepat, bagaimana pelaksanaan pemijahan ikan koi.


Bagaimana mempersiapkan kolam pemijahan?
Dalam mengawinkan ikan koi, yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan kolam khusus yang akan digunakan untuk proses pemijahan. Kolam harus dikeringkan dibawah terik matahari. Pintu masuk dan keluarnya air dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut. Ukuran kolam khusus ini bervariasi disesuaikan dengan postur tubuh dan jumlah Ikan koi indukan yang akan dikawinkan. Setidaknya luas minimal kolam yang akan digunakan untuk pemijahan berukuran 3-6 m2 dan kedalaman air 50 cm. Syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan kolam ini adalah harus mendapatkan sinar matahari, kondisi lingkungannya tenang dan aman dari segala macam gangguan. Pembuatan kolam pemijahan sebaiknya didukung dengan kolam penetasan dan kolam perawatan benih.

Bagaimana pemilihan induk yang tepat?
Pemilihan ikan koi yang akan dijadikan indukan harus sudah dalam keadaan matang kelamin dan matang tubuh, selain itu syarat lain dilihat dari segi fisiknya yaitu sehat, prima, normal, tidak loyo, gerakannya anggun dan seimbang. Untuk indukan Ikan koi jantan paling baik berusia minimal 2 tahun dan indukan betina paling baik minimal berusia 3 tahun. Satu ekor induk betina bisa dipasangkan dengan 2–3 ekor induk jantan. Untuk memperbesar peluang keberhasilan pemijahan, disarankan untuk tidak menggunakan induk yang paling bagus karena keturunannya belum pasti sebagus induknya, tetapi lebih baik memilih induk yang memiliki sifat-sifat unggul yang biasanya akan menurunkan sifat tersebut kepada anaknya.

Bagaimana pelaksanaan pemijahan?
Proses mengawinkan ikan koi dimulai dengan memasukkan ikan koi indukan ke kolam pemijahan pada sore hari sekitar pukul 16.00 dan akan mulai memijah pada tengah malam. Induk betina akan berenang mengelilingi kolam dan ketika ikan-ikan tersebut sudah cocok satu sama lain, maka biasanya ikan betina akan terus dibuntuti oleh ikan-ikan jantan dibelakangnya. Makin lama, gerakan berenang ikan-ikan ini akan semakin cepat dan semakin rapat dengan puncaknya yaitu ikan jantan akan menempelkan tubuhnya ke ikan betina. Hal ini akan membuat ikan betina mengeluarkan sel-sel telur sambil sesekali meloncat ke udara. Ikan-ikan jantan kemudian memberikan respon dengan melepaskan sel-sel sperma. Pada saat inilah akan terjadi proses pemijahan secara alami.

Sel-sel telur yang telah terikat dengan sel sperma selanjutnya akan menempel pada kakaban, sedangkan sel telur yang tidak mendapatkan sel sperma akan jatuh tenggelam ke dalam kolam. Penempel telur Ikan koi bisa menggunakan kakaban. Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Kakaban dapat digunakan sebagai penempel telur yang dipakai untuk memijahkan ikan mas. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk yang panjang dan rata, panjang 120 cm lebar 40 cm. Jumlah kakaban yang diperlukan disesuaikan dengan besar induk betina, biasanya 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.

Kakaban agar bisa mengapung disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh. Diatas kakaban diberi bilah bambu dan diikat agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur. Selain kakaban, tempat penempel telur bisa juga menggunakan tanaman air seperti Hydrilla yang disusun atau potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk. Proses pemijahan pada ikan koi biasanya hanya berlangsung satu hari. Setelah itu pada keesokan pagi harinya segera induk dipisah dari telurnya karena jika terlambat telur bisa habis dimakan induknya.

Untuk mencegah agar telur-telur tersebut tidak terserang jamur, yang perlu dilakukan adalah merendam semua telur tersebut kedalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit untuk mencegah timbulnya serangan jamur. Ketika akan merendam telur-telur tersebut, kakaban sebaiknya  digoyang-goyangkan sebentar untuk menghilangkan kotoran yang menutupi telur, kemudian telur siap dipindahkan ke kolam penetasan.   

     

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon