Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 621, Pengunjung bulan lalu: 14.714

Jumat, 07 Juli 2017

Pengertian Hukum Ekonomi



Pengertian Hukum Ekonomi - Hukum ekonomi adalah hukum atau ketentuan ketentuan yang menerangkan hubungan peristiwa peristiwa ekonomi, artinya, bagaimana hubungan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya

Hubungan hubungan dalam hukum ekonomi dibagi dua bagian sebagai berikut:

Hubungan sebab akibat
Hubungan sebab akibat atau hubungan kausal adalah hubungan peristiwa yang satu mengakibatkan peristiwa yang lain. Kejadian ini tidak dapat berlaku sebaliknya.

Contoh:
hubungan antara jumlah uang beredar dalam masyarakat dengan kenaikan harga. Apabila jumlah uang beredar bertambah, harga barang barang akan naik. Hubungan tersebut tidak dapat sebaliknya. Kenaikan harga barang tidak menyebabkan bertambahnya jumlah yang beredar.


Hubungan saling mempengaruhi
Hubungan saling mempengaruhi adalah hubungan dua peristiwa atau lebih yang saling mempengaruhi. Hubungan saling mempengaruhi disebut juga hubungan fungsional.

Contoh
Hubungan antara harga dengan permintaan barang apabila harga suatu barang naik, permintaan atas barang berkurang. Disini harga mempengaruhi permintaan. Sebaliknya apabila permintaan bertambah, harga akan naik. Dalam hal ini, permintaan mempengaruhi harga. Jadi harga mempengaruhi permintaan dan sebaliknya permintaan juga mempengaruhi harga.

Perlu digarisbawahi bahwa hukum hukum ekonomi hanya berlaku dengan syarat tertentu saja yaitu dengan anggapan anggapan tertentu atau dalam keadaan tertentu saja, yang belum tentu selalu terpenuhi. Hal ini sering dilupakan, akibatnya orang mendapat kesan bahwa teori ekonomi tidak realistik. Dalam kenyataan, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu peristiwa sehingga menyebabkan hukum ekonomi tidak berlaku. Faktor faktor tersebut misalnya pendapatan, selera, harga barang lain yang masih mempunyai hubungan dekat dengan barang itu (barang substitusi dan barang komplementer), jumlah penduduk, musim dan peraturan pemerintah. Misalnya harga suatu barang naik, tetapi pendapatan seseorang meningkat atau selera orang berubah atau jumlah penduduk bertambah maka jumlah permintaan atas barang itu dapat saja tetap meningkat. Oleh karena itu, untuk mengingatkan kita akan syarat di atas, maka sering ditambahkan istilah ceteris paribus artinya dengan syarat atau anggapan bahwa faktor faktor lain yang turut mempengaruhi adalah tetap atau tidak berubah.

Meskipun disebut sebagai hukum, namun sifat hukum ekonomi itu berbeda dengan dalil dalil seperti yang dikenal dalam Ilmu pasti dan Alam, juga berbeda dengan peraturan hukum atau undang undang yag dipelajari dalam Ilmu Hukum. Hukum hukum ekonomi hanya menunjuk pada hubungan yang kurang lebih tetap / stabil antara gejala gejala ekonomi tertentu. Hukum hukum ekonomi pada dasarnya mengenai tingkah laku manusia dalam masyarakat, padahal manusia bebas mengambil keputusan sendiri. Keputusan orang tidak harus selalu sama atau otomatis (seperti dalam Ilmu Alam yang mempelajari benda mati). Lagi pula keputusan orang juga dipengaruhi oleh perasaan, selera, dan pertimbangan pertimbangan lain, sehingga tidak harus selalu rasional.

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon