Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 2.539, Pengunjung bulan lalu: 60.234

Senin, 03 Juli 2017

Definisi Ilmu Ekonomi



Definisi Ilmu Ekonomi - Untuk mempelajari kehidupan ekonomi yang semakin rumit dan berkembang itu timbullah suatu cabang ilmu tersendiri yaitu ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi menduduki tempat yang sangat penting. teori ini tidak hanya melatih dan mengajar berfikir logis, tetapi juga memberi dasar untuk dapat mempelajari cabang cabang ilmu tersebut. dewasa ini ilmu ekonomi mengalami perkembangan yang pesat, sehingga untuk mempelajarinya dengan baik tidak hanya diperlukan ilmu lain (terutama matematika), tetapi juga sistematis yang rapi.


Ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas cakupannya. Oleh karena itu, sangat sukat untuk membuat definisi yang dapat memberikan gambaran yang tepat mengenai ilmu ekonomi. Namun demikian, hal ini tidak berarti bahwa suatu definisi yang secara ringkas menerangkan bidang studi ilmu ekonomi sama sekali tidak dapat dibuat. Menurut Prof. Paul A. Samuelson, ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu individu dan masyarakat dalam membuat pilihan dengan menggunakan sumber sumber daya yang terbatas jumlahnya untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi (sekarang dan di masa datang) kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang membahas hubungan antarmanusia.seperti halnya ilmu hukum dan sosiologi, ilmu ekonomi termasuk dalam ilmu sosial. hubungan tersebut dijalankan dalam memenuhi kebutuhan materialnya. Memang terdapat suku terasing yang memenuhi kebutuhannya dengan menghasilkan sendiri barang barang yang dibutuhkan, namun dalam dunia modern dewasa ini keadaan demikian bukan lagi merupakan kebiasaan. Hal ini disebabkan kebutuhan manusia makin banyak dan beragam, sehingga tidak mungkin lagi barang barang yang diperlukan dihasilkan sendiri.

Sasaran ilmu ekonomi adalah hubungan antarmanusia dalam memenuhi kebutuhan materialnya. Dengan demikian, kebutuhan non material, seperti kebutuhan mental dan spiritual, tidak lagi merupakan lingkup ilmu ekonomi. Namun demikian, dewasa ini kebutuhan material dan mental tampak menyatu. Kebutuhan mental dalam bentuk bacaan dalam dunia modern makin merupakan keharusan. Kebutuhan ini dipenuhi melalui pengadaan buku, surat kabar, dan majalah. Barang barang ini jelas dijual tidak sebagai barang semata mata, melainkan untuk dibaca isinya; setelah dibaca, harga barang tersebut jatuh secara mencolok. Tampak di sini bahwa pemenuhan kebutuhan mental melalui barang barang tersebut makin menjadi sasaran ilmu ekonomi.

Kebutuhan manusia adalah dinamis, artinya kebutuhan tersebut bertambah secara kuantitatif maupun kualitatif sepanjang waktu. Kebutuhan manusia pada tahun 1945 berbeda dengan kebutuhan dalam 2017 secara kuantitatif dan kualitatif. Keadaan ini disebabkan oleh berbagai hal, seperti pendidikan, pergaulan dengan suku dan makin terbukanya informasi teknologi.hal itu membuat kebutuhan kita semakin beragam. Barang barang seperti televisi, komputer, parabola, tidak dikenal di perang dunia ke dua. Akan tetapi, dewasa ini tidak sedikit keluarga menganggap barang tersebut merupakan keharusan. Disamping itu ada kecendurungan kenaikan jumlah konsumsi masyarakat terhadap sesuatu barang sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat yang bersangkutan.

Berhadapan dengan kebutuhan manusia yang dinamis seperti yang diuraikan diatas, terdapat sarana untuk memenuhinya yang terbatas jumlahnya serta mempunyai pemakaian alternatif. Dalam dunia modern, untuk memenuhi kebutuhan ini manusia memiliki tenaga yang dijualnya untuk memperoleh uang. Tenaga yang dimiliki manusia adalah terbatas, barangkali paling banyak delapan belas jam sehari, oleh karena itu uang yang diperoleh dalam bentuk pendapatan relatif terbatas juga. Tenaga maupun uang mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif. Tenaga yang talah dipergunakan untuk mengolah tanah, tentu tidak dapat lagi digunakan untuk menangkap ikan, demikian pula uang yang telah dipakai untuk membeli beras tidak bisa dibelanjakan untuk membeli daging. Jadi masalah nya adalah ini atau itu dan bukan ya  ini ya itu! Dalam hubungan inilah maka memilih alternatif yang tepat adalah penting sekali dan ilmu ekonomi mengajarkan kepada kita untuk dapat memilih alternatif yang tepat itu. Dengan demikian ilmu ekonomi dapat dikatakan juga sebagai ilmu pemilihan antara berbagai alternatif. siapabisnis.com

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon