Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 621, Pengunjung bulan lalu: 14.714

Minggu, 09 Juli 2017

Bidang Produksi dan Tingkat Produksi Dalam Ilmu Ekonomi



Bidang Produksi – dalam masa pembangunan usaha produksi luas sekali. Pengertian produksi tidak terbatas dalam bidang usaha yang menghasilkan barang saja, tetapi lebih luas lagi.

Kegiatan produksi dapat digolongkan dalam lima bidang produksi atau lapangan usaha sebagai berikut

Ekstraktif yatiu mengambil bahan bahan dari alam (pertambangan, penggalian, perikanan laut, dan perburuan). Misalnya menghasilkan bahan bahan dasar seperti minyak bumi, batu bara, gamping, passir, garam dan kayu.

Pertanian atau agraris yaitu pekerjaan mengolah tanah dengan bantuan kesuburan tanahnya, misalnya pertanian, perkebunan, kehutanan.

Perdagangan yaitu pekerjaan yang melakukan jual beli barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam hal ini mengumpulkan dan menyalurkan hasil produksi dari produsen ke pihak yang memerlukan, yaitu bahan bahan ke produsen ke pihak yang memerlukan, yaitu bahan bahan ke produsen lain dan hasil produksi akhir ke konsumen.

Industri, yaitu mengolah / mengubah bahan bahan menjadi barang barang (barang jadi atau barang setengah jadi). Misalnya mengolah kapas menjadi benang, benang menjadi tekstil atau tekstil menjadi pakaian.

Jasa yaitu melakukan usaha di bidang jasa atau membantu dalam proses produksi lainnya tanpa membuat barang itu sendiri. Misalnya transportasi, pergudangan, asuransi, perbankan, perhotelan. Jasa untuk konsumen misalnya pendidikan, kesehatan, hotel rumah makan dan bioskop.

Antara semua jenis produksi itu terdapat kaitan usaha, misalnya usaha ekstraktif yang mengumpulkan kayu dari hutan. Kemudian kayu diolah melalui industri kayu lapis. Dengan melalui angkutan atau transportasi, hasil industri kayu lapis diperdagangkan kepada pemakai. Untuk melancarkan usaha produksi, perlu tersedia faktor faktor produksi.

 baca juga : tujuan produksi

Tingkat produksi
Jenis jenis produksi bertingkat tingkat, seperti berikut ini.

Tingkat produksi primer
Tingkat produksi primer meliputi usaha ekstraktif terutama menyediakan bahan bahan dasar atau kegunaan dasar, antara lain pertambangan, pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Tingkat produksi sekunder
Tingkat produksi ini meliputi industri, kerajianan tangan dan konstruksi atau membuat bangunan.

Tingkat produksi tersier
Tingkat produksi tersier tidak menghasilkan barang, melainkan usaha jasa yang membantu, memperlancar, menyalurkan, menghubungkan dan menyelenggarakan kegunaan tempat, waktu  dan pelayanan baik untuk produsen maupun konsumen. Misalnya perdagangan, pengangkutan, penyimpanan, asuransi, dan perbankan.

Penggolongan ini dapat menunjukkan tingkat atau taraf perkembangan kegiatan ekonomi suatu negara. Misalnya masyarakat yang belum maju, kegiatan ekonominya terbatas pada produksi primer. Semakin berkembang suatu negara, semakin penting produksi sekunder dan tersier bagi masyarakatnya. siapabisnis.com

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon