Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 2.539, Pengunjung bulan lalu: 60.234

Jumat, 30 Juni 2017

Inti Masalah Ekonomi



Inti Masalah Ekonomi – Yuk mengenal sedikit mengenai inti dari masalah ekonomi. Ekonomi merupakan bahan kajian tentang upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas, dihadapkan dengan sumber (saran) ekonomi yang terbatas. Keadaan timpang tersebut dinamakan kelangkaan (scarcity). Kelangkaan dialami dialami oleh umat manusia, baik perseorangan, kelompok kecil (rumah tangga, perusahaan), maupun masyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu. Kelangkaan dapat dipandang sebagai sumber segala masalah ekonomi.

Hampir setiap hari kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan berbagai sarana. Sebaliknya, hampir setiap sarana dapat digunakan memenuhi beberapa kebutuhan. Maka masalah ekonomi yang dihadapi manusia menjadi semakin rumit. Manusia senantiasa dihadapkan kepada berbagai pilihan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi. 



Jadi, orang mempelajari ilmu ekonomi karena dua hal berikut ini.
>Kebutuhan manusia tidak terbatas jumlahnya.
>Alat alat pemenuhan kebutuhan atau sumber daya ekonomi terbatas jumlahnya

Dari kedua kenyataan tersebut timbullah inti persoalan ekonomi, yaitu bagaimana dengan sumber sumber yang jumlahnya terbatas orang dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan hidup yang banyak dan beraneka ragam. Inti dari persoalan itu dihadapi baik oleh perorangan, keluarga, maupun oleh perusahaan atau koperasi, bahkan oleh bangsa sebagai keseluruhan dan oleh dunia internasional.

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas
Kebutuhan manusia yang beranekan ragam dan belangsung terus menerus. Manusia merasa belum puas walaupun satu kebutuhan terpenuhi karena biasanya akan diikuti oleh kebutuhan lain yang kurang pokok atau kebutuhan sekunder. Misalnya, orang yang sudah dapat makan, kemudian ingin dapat berpakaian yang lebih baik. Orang yang belum mempunyai rumah ingin memiliki rumah sendiri. Akan tetapi, begitu rumah sudah terbeli, timbul keinginan untuk memiliki kendaraan, dan seterusnya.

Orang tidak akan merasa puas karena kebutuhannya tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan bertambah terus, baik macam, jumlah, maupun mutunya. Penyebabnya antara lain pertambahan penduduk, kemajuan teknologi, taraf hidup yang semakin meningkat, keadaan lingkungan, dan tingkat kebudayaan manusia yang semakin meningkat.

Terbatasnya sumber daya
Untuk memenuhi kebutuhan, manusia memerlukan alat alat pemenuhan kebutuhan, yaitu barang dan jasa. Barang dan jasa meruakan sumber daya ekonomi yang jumlahnya terbatas atau langka. Langka artinya jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan manusia. Misalnya adalah minyak bumi yang jumlahnya terbatas dan permintaannya semakin meningkat.

Memang ada beberapa barang yang tersedia dalam jumlah yang melimpah, sehingga tidak ada persoalan bagaimana mendapatkan sebanyak yang dibutuhkan. Misalnya adalah udara, sinar matahari, pasir. Barang barang tersebut yang jumlahnya melimpah disebut barang bebas. Barang bebas tidak dipersoalkan dalam ilmu ekonomi.

Kebanyakan barang yang dibutuhkan untuk hidup kita, juga sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan jumlahnya terbatas atau langka. Barang yang demikian disebut barang ekonomi.
Untuk menghasilkan barang dan jasa perlu usaha, yaitu produksi. Untuk produksi perlu mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu. Usaha produksi juga memerlukan faktor faktor produksi, antara lain bahan bahan dasar dan alat alat, mesin mesin, pabrik, serta uang. Sumber sumber daya terdiri atas sumber sumber alam (tanah, air, hutan, air, bahan tambang, dan sebagainya), sumber daya manusia/tenaga kerja. Segala macam alat buatan manusia yang membantu dalam proses produksi (gedung, mesin, alat alat, bahan bahan) dan modal, serta pengusaha / kewirausahaan. Sumber sumber daya ini disebut sebagai faktor faktor produksi karena diperlukan dalam proses produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Akibat keterbatasan barang dan jasa, mendorong manusia melakukan pemilihan. Manusia dapat menentukan kebutuhan yang harus dipenuhi lebih dulu dan baru memenuhi kebutuhan berikutnya.

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon