Info Pengujung SiapaBisnis Terbaru: Pengunjung hari kemarin: 2.539, Pengunjung bulan lalu: 60.234

Sabtu, 22 April 2017

Perbedaan Dropship dan Reseller Yang Wajib Anda Ketahui



Perbedaan Dropship dan Reseller Yang Wajib Anda Ketahui – saat sekarang ini perkembangan internet meningkat sangat pesat, jika dahulu hanya sedikit masyarakat yang menggunakan internet, namun sekarang hampir setiap orang mengetahui dan menggunakan internet. Berbagai macam kegunaan internet baik untuk bisnis, untuk komunikasi dan untuk hiburan. Dalam jual beli barang dan jasa, dahulu masyarakat menggunakan cara manual dengan tatap muka langsung, namun sekarang hanya dengan memesan di internet tanpa bertemu antara penjual dan pembeli dapat terjadi transaksi penjualan. Jika dahulu orang ingin membuka usaha harus membeli stok barang dahulu, namun sekarang tanpa ada stok barang, kita sudah dapat memiliki usaha dan memiliki barang untuk di jual.


Sistem Pemasaran Baru - Sekarang bermunculan sistem pemasaran dalam menjual barang salah satunya adalah sistem dropship dan sistem reseller. Ada beberapa keuntungan dan kekurangan dalam sistem baru tersebut, namun keduanya jika dikelola dengan baik dan benar maka akan sangat bagus. cara menjadi dropshiper dan reseller sangat mudah, namun perlu anda harus mengetahui dahulu perbedaan dropship dan reseller sebelum anda menekuni sistem pemasaran tersebut.

SiapaBisnis akan mengulas perbedaan dropship dan reseller

Permodalan
jika dahulu anda ingin membuka usaha, pastinya anda membutuhkan modal untuk buka usaha. untuk sistem pemasaran reseller, anda harus memiliki modal untuk membeli stok barang yang kemudian akan anda jual lagi. Namun harga barang reseller biasanya lebih murah dibandingkan dengan membeli barang dengan cara biasa. Sedangkan untuk dropship tidak memerlukan modal untuk membeli stok barang.

Stok barang
Perbedaan yang paling utama adalah ada tidaknya stok barang. Pada sistem reseller sebelumnya harus melakukan pembelian barang terlebih dahulu sebagai stok barang yang nantinya akan dijual kembali. Sedangkan untuk sistem dropship anda tidak perlu melakukan pembelian barang.

Risiko Usaha
Usaha apapun pasti memiliki risiko, apakah risiko usahanya kecil atau risiko usahanya besar. Risiko sangat tergantung pada sistem usaha, produk dan pemasaran yang dijalankan. Jika dalam sisitem reseller, risiko usaha lebih besar dibandingkan dengan dropship karena sistem reseller, anda harus membeli dan menstok barang terlebih dahulu. Jika barang tersebut cepat laku maka tidak apa apa, namun jika produk tersebut tidak laku maka menjadi risiko usaha yang besar untuk anda. sedangkan dropship memiliki risiko jika ternyata tidak memiliki produk yang di jual (saat anda menawarkan dan terjadi deal, ternyata barangnya sedang kosong) dan dari sisi tersebut maka anda tidak dipercaya oleh pembeli.

Keuntungan usaha
Untuk sistem reseller biasanya keuntungan yang didapat lebih besar karena pada saat pembelian stok produk biasanya di kasih harga yang lebih murah. Sedangkan untuk sistem dropship keuntungan yang didapat jika berhasil menjual lebih sedikit.

Pelayanan
Yang perlu anda ketahui, sistem reseller selain tugasnya untuk memasarkan, tugas lainnya adalah mengurusi proses dari packing sampai mengirim barang dan sampai ke tujuan, jadinya lebih ribet. Sedangkan sistem dropship hanya bertugas untuk memasarkannya saja, untuk urusan packing dan mengirim barang urusan pemasok.

Strategi pemasaran
Sistem reseller menjual dan menawarkan barang melalui online dan penawaran fisik. Reseller bisa menawarkan barang / produk melalui cara konvensional. Namun untuk sistem dropship biasanya hanya menawarkan barang / produk melalui online saja.

Demikian yang bisa saya jelaskan mengenai perbedaan dropship dan reseller, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda.

Terimakasih untuk tidak berkomentar SPAM :)
EmoticonEmoticon